KABUPATEN BOYOLALI- Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Pondok Pesantren Afaada merupakan kegiatan pertama untuk para santri, yakni untuk mengenalkan seluruh hal yang ada di Pondok Pesantran Afaada. Kegiatan ini dilaksanakkan dalam jangka waktu 6 hari pada minggu pertama di awal tahun ajaran 2025/2026.
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah
(MPLS) ini diselenggarakan oleh Ibu Sinta Tanwirul Hayyah, B.A., selaku ketua
panitia MPLS. Kegiatan ini di mulai dari hari Senin,7 Juli 2025 sampai hari
Sabtu, 13 Juli 2025. Kegiatan MPLS ini diselenggarakan untuk mengenalkan segala
hal kepada para santri dari segi lingkungan, kebiasaan, pendidikan yang sesuai
oleh lembaga untuk memudahkan kegiatan belajar mengajar serta mengaji.
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah
dibuka oleh Bapak Rustiyadi M.A., selaku kepala sekolah SMA Pesantren Afaada. Setelah
itu dilanjutkan kegiatan tata tertib oleh Ibu Khuzniyatus Saadah M.Pd. Beliau
menerangkan tentang tata tertib di sekolah dan pesantren, menjelaskan
tentang larangan merokok, berseragam lengkap, dan lain-lain.
Pada hari selasa, 8 Juli 2025
dilakukan observasi lingkungan pondok dan sekolah oleh Ibu Sinta Tanwirul Haya
B.A.. Beliau memperkenalkan mulai dari gerbang pondok pesantren Afaada, asrama,
hingga wilayah sekolah.
Pada hari Rabu, 9 Juli 2025 terdapat penampilan marching band
oleh Pesantren Afaada. Marching band SMP
Pondok Pesantren Afaada pernah menjuarai dalam kompetisi marching band Bupati Boyolali
2024 untuk tingkat SMP.
Pada hari Kamis 10 Juli 2025,
diadakan acara baris berbaris (PBB) yang dibimbing oleh Wamen UIN Salatiga di
lapangan Pondok Pesantren Afaada. Acara ini di lakukan untuk melatih para santri
baru agar mereka mengetahui hal-hal dasar dalam pramuka. Pada hari jum’at
dilanjutkan dengan senam bersama dan kegiatan lomba-lomba.
Kemudian dihari terakhir MPLS yaitu
pada Hari Sabtu 12 Juli 2025, diadakan acara bersih-bersih lingkungan pondok.
Para santri dibagi beberapa kelompok untuk dibagi ke beberapa tempat yang akan
dibersihkan.
Adapun hambatan yang terjadi diacara MPLS ini. Menurut Ibu Sinta tedapat beberapa kekurangan diacara ini, yaitu kurangnya manejemen waktu yang baik, padatnya kegiatan sebelumnya sehingga persiapan kurang maksimal. Lalu kurangnya kesadaran dari panitia akan penting nya acara ini, dan kurangnya komunikasi saat kegiatan berlangsung.
“Semoga kekurangan-kekurangan yang
terjadi di MPLS tahun ini tidak terulang
lagi di tahun berikutnya dan semoga para santri dapat mengambil hal
positif yang akan berdampak baik secara berkelanjutan’’, ucap Bu Sinta.
“Menyenangkan untuk santri baru bisa
membuat lebih nyaman dan membantu beradaptasi.”, kata Hassan, sebagai salah satu
siswa baru yang mengikuti acara MPLS. Acara ini bisa menjadi acara yang
bermanfaat karena bisa membuat santri baru dapat mengenali lingkungan sekolah
dan pondok, mengetahui tata tertib yang disosialisasikan oleh guru-guru dan
pengurus, dan santri-santri mendapatkan motivasi agar bisa nyaman di pondok.
Susunan Redaksi:
Novandra Faust (Redaktur)
Naufal Azhar (Editor)
Hanif Alzam (Jurnalis)
Damardika. S (Jurnalis)


Komentar
Posting Komentar